Photobucket

Pindah Blog!

Assalamu’alaikum

Untuk tulisan-tulisan selanjutnya, silahkan dibaca di blog baru :

rangkaikataku.blogspot.co.id

Diantara tulisan baru yang sudah diposting :

Menggenggam Cahaya (bag. 2)
Serpih Kata di Sela Masa 14
Garis Manusia Tidak Sama
Menggenggam Cahaya (bag.1)

Terima kasih

Wassalamu’alaikum

Iklan
Kategori:Uncategorized

Serpih Kata di Sela Masa 13

14 Agustus 2013
Wahai para tentara yang mengumbar kedurjanaan di bumi Musa menjadi utusan, apa yang akan kau katakan jika Dia menanyakan peluru-peluru yang kau tembakkan? Ribuan orang terluka, ratusan lebih meregang nyawa, ini bukan pembubaran demi ketertiban, ini pembantaian! Dan sungguh Dia tak akan pernah melupakan hamba-hamba-Nya yang teraniaya… hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashiir…

(mengenang pembantaian Rabiah)

14 Agustus 2013
Innalillah… 2000 orang dalam 8 jam! Bukan oleh bencana alam namun oleh peluru yang ditembakkan. Keji dan biadab tak cukup mewakili untuk menyebut peristiwa ini… Rabb Engkau lebih tahu derita dan aniaya yang ada… Hanya pada-Mu kami kini mengadukan kekejian dan kebiadaban yang menimpa para ikhwan di bumi Nil dialirkan… Engkaulah sebaik-baik pemberi balasan. (mengenang pembantaian Rabiah)

5 September 2013
Sabar menunggu tuk kembali ke masa itu….
Dengan segala potensi yang dipunyai tuk memperjuangkan apa yang telah diyakini…

27 September 2013
Wahai diri… sesalan, mohon ampunan dan tekad tak akan mengulang hanya akan tersia di hadapan-Nya jika tak ada maaf dari yang kau lukai hatinya…

24 Oktober 2013
Wahai diri, jika kau dapati sesuatu seakan mustahil, namun atas izin-Nya tak akan ada yang tak mungkin. Pertolongan dari-Nya akan datang berbanding dengan seberapa kuat tekad dan niat di hati yang tertambat….

24 Oktober 2013
Jika kau tak mengerti, kadang diam lebih berarti …

27 Oktober 2013
Keoptimisan dan keyakinan bahwa pertolongan dari Yang Maha Besar akan datang, pupuk kembali! Hingga bisa tumbuhkan semangat dan harapan, hingga hasrat yang tak bermanfaat hilang tertimbun keinginan demi keridhoan.

29 Oktober 2013
Ada hal yang tak kau senangi,namun tak bisa dihindari. Ia harus dihadapi, kesulitan demi kesulitan, benturan demi benturan. Pasti ada hikmah yang tersimpan, ada kebaikan di balik kepahitan. Wahai diri, di dalam hati yang kau miliki adakah keyakinan yang demikian telah tertanam?

30 Oktober 2013
Mencoba mengingat-ingat nikmat yang masih terus lekat agar tak ada lagi hujat atas satu dua peristiwa yang menekan dan dirasa berat

31 Oktober 2013
Buat apa kau bandingkan capaian dengan orang-orang sekitar tanpa berusaha mengejar? Teruslah berusaha menjalani semua dengan senyuman dan tak henti memupuk harapan bahwa esok pasti akan ada jalan…

31 Oktober 2013
Inginku menahan diri untuk tak memulai cakap agar tak ada lagi cacat dalam sikap. Kuberharap kudapat menjaga adab hingga bisa menyusul para pemikul amanah yang tak pernah lelah menjalankan perintah demi ridho sang Ilah….

1 November 2013
Bukankah tujuanmu kehidupan setelah kematian? Bukankah akhir dari perjalanan adalah demi keridhoan? Bukankah semua yang kau lakukan kini untuk kemulian di sisi yang Maha Besar? Maka kenapa risau dengan pandangan sebelah mata manusia? Cukuplah jika Dia tak menjadikan segala amal hilang tak tersisa dan tak menjadikan sia-sia di sisi-Nya…

3 November 2013
Saat tujuanmu masih sama, saat harap yang kau punya masih ada, dan kakimu masih menapak di jalan yang kau yakini kebenarannya. Tak usah risau akan usia yang kian tua yakin saja Ia tak kecewakan hamba-hamba yang terus berusaha…

4 November 2013
Angan yang menari-nari, ingin yang menjadi-jadi, hasrat yang selalu mendatangi, jika memang bermanfaat bagi diri dan umat yang besar ini, juga diyakini akan memberi keuntungan di akhirat nanti, ia akan menjadi terpuji jika berusaha digapai meski beresiko mati….

6 November 2013
Siapa pula yang tak ingin bersegera, namun memang kadang kenyataan yang ada tak sesuai dengan rencana semula, nikmati saja prosesnya, hasil akhir ada di tangan-Nya. Tugas kita hanya berusaha dengan segala daya yang dipunya…

7 November 2013
Seringkali kata dengan bahasa sederhana lebih mengena, seringkali kata dengan bahasa yang tak begitu tinggi lebih bisa merasuki hati dan mengilhami…

7 November 2013
Kenali diri! Letakkan pada tempat yang selayaknya kau tempati. Tahu kadar yang dimiliki bahwa kau hamba Ilahi…

8 November 2013
Wahai Allah, Engkau tuhanku, penciptaku. Yang maha satu, kuasa atas segala sesuatu. Hanya pada-Mu sepantasnya kutertuju…

9 November 2013
Takkah ada kekhawatiran akan akhir dalam ketragisan, karena segala amal tak murni dikerjakan demi keridhoan? Karena hati tak juga rela atas segala keputusan yang Maha Besar? Wahai diri, tak kah kau sadari bagaimana nasib akhirmu nanti? Akankah dalam kemuliaan atau dalam lingkar kemurkaan?

9 November 2013
Jika tak sehati maka hanya akan menjadi duri. Ini bukan demi pribadi, tapi generasi dan sesuatu yg diyakini. Jika pasangan tak sepaham, jika berbeda pandang, dan bersimpang jalan, bagaimana kan tercapai tujuan….

10 November 2013
Bayangnya ingin kau lupa? Engkau bisa! Karena mengingatnya hanya timbulkan hal sia-sia. Tak usah bebani diri dengan terikat pada tradisi jahili yang sebenarnya jauh dari nilai-nilai yang kau yakini. Nanti jika saatnya tiba, penguasa semesta pasti akan memberi yang lebih menenangkan hati…

11 November 2013
Ampuni aku karena ada bersit kekecewaan atas keinginan yang tak kudapatkan. Ampuni aku karena ada rasa tidak terima saat yang di depan mata tak sesuai dengan yang kupinta. Ampuni aku karena ada rambah marah saat doa-doa tak juga diijabah. Ampuni aku wahai Rabbku…

11 November 2013
Tak ada waktu untuk menyesal atas pilihan yang telah diputuskan. Yang ada kini hanya terus menatap ke depan dan bagaimana cara mengejar ketertinggalan!

12 November 2013
Wahai diri, saat kau disapa coba apakah kau ingin semua menjadi sia-sia? Betapa ruginya, berlelah merasakan macam derita yg tak diminta, kemudian berakhir dalam murka, di akhirat masih mendapat siksa… karena kesabaran yang tak dipunya dan sikap rela yang tak ada…

13 November 2013
Ketika dalam berbagai hal seakan tak ada tempat lapang dan memuaskan. Kesyukuran yang tak dipunyai, mungkin itu yang membuat tak ada kepuasan hati…

14 November 2013
Saat rasa menerima atas benturan dan cobaan belum bisa merasuk dengan dalam, kemudian hanya ada keluhan berkelanjutan, akankah bisa menuai pujian di hadapan Yang Maha Besar?

15 November 2013
Duh keimanan ini, rasa penghambaan ini, kuharap tak jadi sirna… Wahai Allah, mohonku untuk Kau berkenan memelihara…

16 November 2013
Wahai Rabb, jangan jadikan aku ingkar karena keinginan yang tak Kau berikan. Sadarkan diriku, tumbuhkan dalam hatiku ridho atas putusan-Mu dan munculkan keyakinan bahwa Kau senantiasa memberikan kebaikan meski berbeda dengan yang kuinginkan…

16 November 2013
Ada ketakutan, jika benturan-benturan menjadikan keimanan hilang dan marah pada pencipta alam. Kita ini siapa pula, yang berani menentang penciptanya. Betapa tak beradab dan memiliki kebodohan berlipat. Wahai diri, Dialah yang maha berkehendak, maka hanya sabar dan ridho atas putusan-Nya untuk terhindar dari laknat…

18 November 2013
Wahai diri, jika sesuatu tidak seperti yang diingini, itu hal biasa yang terjadi. Bahwa setiap peristiwa tak selalu seperti yang dikehendaki. Kau risau dengan hal itu? Manusiawi. Tapi Ia yang menciptakan kehidupan dan mengatur semesta alam tahu apa yang kau butuhkan….

19 November 2013
Kuingat kembali pesannya pada diri, “Disini kamu bukan untuk mencari istri! Tapi ilmu demi ridho Ilahi, demi kemuliaan setelah mati!”

21 November 2013
Memang tak selalu seperti keinginan namun bukankah kau pun tidak kekurangan? Ini hanya masalah penyikapan dan sudut pandang akan setiap kejadian yang ditimpakan…

22 November 2013
Saat benturan demi benturan ia dapatkan, kekecewaan demi kekecewaan hadir tanpa diundang. Yang ia harapkan adalah anugerah kesabaran. “Biarkan kutersenyum wahai Tuhan dengan senyum ketulusan, senyum yang menunjukkan bahwa aku ridho pada segala putusan yang telah Engkau tetapkan. ”

25 November 2013
Kenapa pula tak juga kau lupakan? Selalu beralasan ia terlanjur ada dalam pikiran. Bukankah kau ingin rasakan hati tanpa beban? Bukankah ada cita-cita yang lebih besar yang lebih berarti untuk dikejar? Takkah kau segera sadar?

26 November 2013
Wahai diri, jangan ikat benak dan dirimu, kau bebas dalam menentukan pilihan. Jangan pula kau buang usia dengan memperhatikan satu sosok yang belum memberi kejelasan, yang hanya akan menjadikanmu layaknya mainan…

28 November 2013
Wahai diri, jangan… jangan terpaku padanya! akan tersia masa jika kau putuskan menantinya. Karena ada banyak manusia di luar sana, yang mungkin akan lebih bisa menerima, lebih tulus mencinta, dan lebih bisa memberi perhatian yang tak biasa…

28 November 2013
Saat pikiranmu buntu, mungkin saja karena lakumu jauh dari tuntunan yang Maha Satu, hingga ilmu tak layak bertempat di kalbu yang penuh dengan hal-hal tabu. Jika kau terus begitu, wajar kalau kau selalu dalam lingkar dungu…

1 Desember 2013
Jika kau terlalu terpaku pada masa lalu kau tak akan pernah maju. Jika kau terlalu berlebihan mengangankan masa depan kau pun akan tenggelam dalam khayal.

13 Desember 2013
Memang bukan mutlak karena anak pinak dan harta benda kemuliaan akan dipunya. Namun tak disangkal pula jika keduanya dalam kuasa membuat agama akan lebih terjaga dan harga diri tak mudah terbeli…

===========================================================
Rangkai kata di atas merupakan kumpulan status dari akun FB “Tiada Nama (Ardhi el Mahmudi)

Kategori:Serpih Kata

Terima Kasih Bunda

Bunda,
Memang, sekedar ungkap kata lewat pena tak akan pernah bisa membalas segala jasa.
Tak akan ada yang menyangkal, sejak dalam kandungan hingga usia nanda yang menjelang tiga puluhan, tak terhingga pengorbanan yang telah bunda berikan.

Terima kasih bunda,
Atas taruhan nyawa saat melahirkanku ke dunia. Atas timangan kasih sayang dan didikan hingga ku bisa arungi kehidupan.

Terima kasih bunda,
Atas pelukan menentramkan, elusan di kepala yang membuat nyaman dan doa-doa panjang yang kau panjatkan setiap malam.

Terima kasih bunda,
Atas kelapangan dada menghadapi tingkah polah nanda yang jauh dari biasa. Kau bersedia untuk menahan malu setiap ada tanya tentang nanda yang memilih tak menyelesaikan gelar sarjana. Kau tak ambil peduli pada kata orang yang mempertanyakan pilihan anakmu dan terus mendukung langkah buah hatimu meski tak seperti inginmu.

Terima kasih bunda,
Atas tangis dan air mata yang nanda terima. Kuingat serak suara di sela isak tercekat yang kudengar lewat telepon genggam, saat kukabarkan tentang kegagalanku meraih apa yang kuinginkan. Dan pesanmu saat itu meski singkat namun membuatku kuat, “Le, Gusti Allah ora nate sare…” (nak Allah itu tak pernah tidur…)

Terima kasih bunda,
Kau selalu ada ketika ku dalam duka atau pun bahagia. Kau selalu siap sedia saat kubutuh atau sedang ingin tumpahkan keluh.

Terima kasih bunda, atas limpahan cinta yang tak pernah purna.

Bunda, maafkan nanda yang tak sekali dua telah memberi kecewa, bertingkah semaunya dan tak juga bisa membuat bunda bangga.
Bunda, bakti ini memang belum seberapa tapi sungguh, aku cinta…

Kudus, 12 Desember 2013

Kategori:Prosa Rasa
%d blogger menyukai ini: